Review Artikel: Hubungan
Intensi Pro-Sosial Pustakawan dengan Kepuasan Pengguna pada Badan Perpustakaan
dan Arsip Daerah (Baperasda)
Provinsi Sumatera
Utara
Artikel: Zaslina Zainuddin
dan Rahmat Hidyaat
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
(Baperasda) merupakan lembaga pemerintahan daerah yang bertugas untuk membantu
Gubernur dalam pengembangan, pembinaan, pendayagunaan, pelayanan,
penyelenggaraan, dan pengolahan perpustakaan dan kearsipan daerah. Tupoksi dari
Baperasda, antara lain:
1.
Pembinaan,
pengembangan, dan pendayaguanan semua jenis perpustakaan dan arsip di Provinsi
Sumatera
2.
Perumusan
kebijakan teknis dalam pembinaan perpustakaan dan arsip di Provinsi Sumatera
Utara
3.
Pelaksanaan
pelayanan perpustakaan dan arsip
4.
Pelaksanaan
penyusunan bibliografi daerah, katalog induk daerah, bahan rujukan berupa
indeks, bibliografi, subyek, abstrak, dan literature sekunder lainnya.
5.
Pengadaan,
pengumpulan, pengolahan, penyimpaan, pelestarian dan penyajian bahan pustaka
karya cetak dan karya rekam.
6.
Pelaksanaan
kerjasama dalam penyelengaraan Pendidikan dan pelatihan, serta pembinaan sumber
daya manusia di bidang perpustakaan dan arsip dengan instansi terkait
7.
Pelaksanaan
kerjasama di bidang perpustakaan , dokumentasi, informasi serta kearsipan
dengan lembaga atau instansi lain
8.
Pelaksanaan
tugas-tugas ketatausahaan (perda prov.SUMUT Nomor 10 Tahun 2002)
Dari tupoksi
diatas adalah bagaimana suatu lembaga/ instansi pemerintahan tersebut dapat
memberikan kemanfaatan bagi pengguna baik di perpustakan ataupun bagian arsip.
Diharapkan dengan adanya Baperasda, masyarakat dapat menerima banyak informasi
dan mendapatkan apa yang sedang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan aktivitas
pekerjaan/ penelitian.
Pengguna memiliki beraneka ragam karakter
dalam mencari referensi di Baperasda. Pada jurnal kali ini, terdapat kajian
teoritis untuk menyoroti sikap pengguna ialah dengan intensi (intention) yang berasal dari kato to intent dan diartikan sebagai usaha
yang disadari untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah didefinisikan
secara jelas (Drever, dalam Sjafrudin, 1995:8).
Menurut Fishbein dan Ajzen (1975:292) intensi adalah niat yang ada pada
diri individu untuk melakukan perilaku. Dari definisi intensi diatas dapat
dipahami bahwa pengetahuan terhadap objek tertentu akan mempengaruhi sikap
seseorang terhadap objek tertentu. Dapat dijelaskan bahwa selain sikap dan
perilaku, intensi juga berhubungan dengan keyakinan seseorang terhadap objek
perbuatannya. Keayakinan ini juga berhubungan dengan sikap, dan pada akhirnya
juga berhubungan dengan perilaku. Keyakinan menjadi dasar sikap seseorang
terhadap suatu perilaku.
Kepuasan pelanggan
Seorang user berhak mendapatkan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan
suatu lembaga/instansi yang dikunjungi. Menurut Yamin menyatakan bahwa kepuasan
pelanggan adalah evaluasi purna beli atau hasil evaluasi setelah membandingkan
apa yang dirasakan dengan harapannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan
pelanggan:
1.
Sistem
layanan
2.
Biaya
3.
Kemudahan
memperoleh informasi
4.
Kecepatan
memperoleh informasi
5.
Pelayanan
pemberian informasi
Sedangkan
menurut Samosir (2005:30) terdapat beberapa faktor yang dianggap dominan
mempengaruhi kepuasan pengguna yaitu:
1. Penggunaan secara
berulang-ulang
2. Menginformasikan
kepada pengguna lain untuk menggunakan jasa
3. Informasi yang
dibutuhkan telah terpenuhi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan
pengguna perpustakaan ialah adanya hubungan timbal balik (reciprocal) antara kebutuhan dengan harapan pengguna sehingga dengan
terpenuhinya kebutuhan dan harapan inilah terjadi keinginan pengguna untuk
berkunjung ke perpustakaan secara berulang-ulang dan bersedia menginformasikan
kepada pengguna lainnya. Dapat disimpulkan dari pendapat kedua para ahli
tersebut ialah bagaimana seorang petugas dapat memberikan dengan cepat dan
tanggap terhadap kebutuhan user dan
kejelasan system pelayanan yang diberikan kepada user.
Analisis
Pengukuran Indikator Pustakawan terhadap User
a.
Daya
Tarik fisik
Daya
tarik fisik disorot dari sudut pandang penampilan personal seorang pustakawan. Penampilan
pustakawan dapat memperlihatkan citra dari Baperasda. Pentingnya akan grooming pustakawan dapat mempengaruhi
pelanggan.
Data
menunjukkan bahwa dari 156 responden (44,3%) menyatakan bahwa sangat setuju
pustakawan berpenampilan rapi dalam menjalankan tugasnya, (54,8%) menyatakan
setuju, (0,6%) menyatakan tidak setuju, dan (0,3%) yang menyatakan sangat tidak setuju.
b.
Kemampuan
Kemampuan dalam
konteks suatu keterampilan yang dimiliki dan dibutuhkan dari pustakawan agar
dalam memberikan dan menyajikan informasi kepada pengguna dapat dilaksanakan
dengan optimal.
Data menunjukkan
bahwa 104 (29,5%) responden menyatakan bahwa sangat setuju pustakawan memliki
kemampuan dalam menjalankan tugasnya, (61,9%) menyatakan setuju, (8%) responden
menyatakan tidak setuju, dan (0,6%) yang menyatakan sangat tidak setuju
c.
Pengetahuan
Pengetahuan dalam
upaya untuk melakukan kinerja perpustakaan secara optimal dalam memberikan
pelayanan yang benar pada saat pertama. Dalam hal ini pengetahuan pustakawan
tentang lokasi koleksi dalam ruang koleksi perpustakaan yang akan mereka
berikan kepada pengguna dapat ditawarkan pada kondisi dan situasi yang sesuai,
seperti melakukan pendekatan kepada para pengguna yang menggunakan jasa perpustakaan.
Data menunjukkan
bahwa 83 responden (23,6%) menyatakan bahwa sangat setuju akan pengetahuan
pustakawan dalam melaksanakan tugasnya, (63,4%) menyatakan setuju, (12,5%)
menyatakan tidak setuju, dan (0,5%) yang menyatakan sangat tidak setuju.
d.
Perasaan
hati/mood
Dalam hal ini
pustakawan harus dapat menyelaraskan tugas dengan kebutuhan pengguna
perpustakaan. Oleh karena itu indikator perasaan hati/mood digunakan dalam
mengukur kepuasan pengguna. Kendali emosi pustakawan penting sekali untuk diperhatikan
agar dapat menjaga keseimbangan tanggung jawab dalam bekerja.
Data menunjukkan
bahwa 124 responden, (35,2%) menyatakan bahwa pustakawan sangat membantu
pengguna perpustakaan dalam mencari informasi, (52,3%) menyatakan membantu,
(11,9%) menyatakan tidak membantu, dan (0,6%) yang menyatakan sangat tidak
membantu pengguna dalam mencari informasi.
Nilai-nilai
pribadi dan norma
a.
Tanggung
Jawab
Tanggung jawab ini
adalah sikap tanggap kesediaan pustakawan sebagai penyedia jasa untuk membantu
pengguna serta memberikan pelayanan yang tepat sesuai kebutuhan pengguna Baperasda.
Data menunjukkan
bahwa 79 responden, (22,4%) menyatakan bahwa pustakawan sangat memenuhi
tanggung jawabnya dalam menjalankan pelayanan yang dijanjikan, (55,1%) menyatakan
memenuhi, (21,9%) menyatakan tidak memenuhi, dan (0,6%) yang menyatakan sangat
tidak memenuhi tanggung jawabnya dalam menjalankan pelayanan yang dijanjikan.
b.
Kedekatan
Kedekatan meliputi
kemudahan dalam melakukan pendekatan pada setiap kontak yang terjadi antara pustakawan
dengan pengguna Baperasda. Suatu hubungan yang sering dilakukan pihak
pustakawan dengan pengguna dalam memberikan informasi yang mereka tawarkan,
dengan harapan pengguna dapat mengetahuinya dengan jelas dan akurat.
Dari 352
responden, (24,7%) menyatakan sangat setuju kedekatan pustakawan ketika
berhubungan dengan pengguna, (63,6%) menyatakan setuju, responden (11,4%)
menyatakan tidak setuju, dan (0,3%) yang menyatakan sangat tidak setuju
pustakawan memiliki kedekatan dengan pengguna.
c.
Keadilan
Pentingnya suatu
kemampuan pustakawan untuk dapat membaca jalan pikiran pengguna dalam
mengharapkan informasi yang dibutuhkan, sehingga pengguna merasakan suatu
perhatian yang serius dari pustakawan akan harapan yang mereka butuhkan.
Dimensi ini menekankan pada sikap dari pustakawan yang penuh perhatian, cepat,
dan tepat dalam menghadapi permintaan, pertanyaan, keluhan dan masalah pengguna
Baperasda.
Data menunjukan
bahwa 45 responden, (12,8%) menyatakan sangat setuju dengan pustakawan bersikap
adil dalma memberikan pelayanan kepada pengguna, (54,6%) menyatakan setuju,
(28,1%) menyatakan tidak setuju, dan (4,5%) yang menyatakan sangat tidak
setuju. Hal ini dikarenakan oleh kesibukan pustakawan tidak mengurangi layanan
yang cepat dan segera dianggap sudah sesuai dengan keinginan pengguna.
d.
Kebenaran
Untuk
membangkitkan rasa percaya dan keyakinan diri penguna bahwa pustakawan mampu
memenuhi kebutuhan penggunanya. Dari 352 responden, (16,2%) menyatakan sangat
setuju pustakawan memiliki nilai kebenaran dalam memberikan pelayanan kepada
pengguna, (43,8%) menyatakan setuju, (36,6%) menyatakan tidak setuju, dan
(3,4%) yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini dikarenakan pustakawan
tidak pernah membuat kesalahan terhadap pelayanannya pengguna.
Dapat
disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju terhadap
pustakawan yang tidak pernah membuat kesalahan kepada pengguna menjalankan
tugasnya di Baperasda.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa dalam menilai
hubungan intensi pro-sosial pustakawan dengan kepuasan pelanggan dapat dilihat
dari berbagai faktor. Sikap dari pustakawan terhadap pengguna sangat menentukan
dalam kepuasan pelanggan. Pentingnya adanya kepuasan pelanggan adalah untuk
mengevaluasi pelayanan Baperasda agar dapat ditingkatkan di setiap pergerakan
kegiatannya.
Etika dan perilaku seorang pustakawan
dapat mempengaruhi sikap dan pikiran pengguna, bahwasannya sikap yang
ditampilkan pustakawan melalui pelayanan terhadap pengguna dapat menggambarkan
citra dari suatu Baperasda itu sendiri. Pentingnya untuk menjalin hubungan baik
antara pustakawan dengan pengguna untuk menciptakan hubungan timbal balik
komunikasi agar suatu informasi/message
dapat tersampaikan dengan baik.